Banten

Wagub Banten Dorong Transformasi Digital Gerakan Wakaf di Konferensi Global BWI

 

Banten,Sundapost.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, mendorong optimalisasi gerakan wakaf guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, wakaf bukan sekadar instrumen ekonomi keumatan, melainkan amal jariah yang akan menjadi penolong manusia di akhirat kelak.

​Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri acara The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (13/10/2026).

​Dalam sambutannya, Wagub Dimyati mengapresiasi inovasi pendataan wakaf yang dinilai semakin baik. Ia secara khusus menyoroti sistem yang terintegrasi sehingga data wakaf dapat terdeteksi, terekam secara sistematis, dan terjamin keamanannya.

​”Alhamdulillah, konferensi global kedua dari BWI ini berjalan dengan baik. Saya menyambut positif inisiatif ini dan telah menyampaikan kepada BWI agar seluruh aset wakaf kita ke depannya bisa terdata secara menyeluruh dan terpusat,” ujar Dimyati.

​Dimyati juga mengingatkan kembali esensi dari berwakaf. Ia menjelaskan bahwa harta duniawi seperti uang, pakaian, kendaraan, maupun rumah tidak akan dibawa mati. Sebaliknya, amal perbuatanlah yang akan menjadi penolong sejati.

- advertisement -

​”Amal kebajikan yang pahalanya terus mengalir itu di antaranya adalah sedekah jariah atau wakaf, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang saleh dan salehah,” jelasnya.

​Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, turut menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi wakaf. Pihaknya berencana memfasilitasi perusahaan rintisan (startup) di sektor wakaf yang ditargetkan meluncur pada bulan November mendatang.

​Harianto menjelaskan, tata kelola wakaf kini akan jauh lebih aman, transparan, dan mudah dilacak melalui pemanfaatan teknologi rantai blok (blockchain).

​”Melalui teknologi blockchain, segala sesuatu (transaksi wakaf) bisa dilacak dengan sangat transparan. Baik itu hari ini, besok, lusa, minggu depan, hingga sepuluh tahun ke depan, sistem ini tetap aman dan terekam,” ungkap Harianto.

​Sebagai informasi, The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 ini mendapat antusiasme berskala internasional. Konferensi ini dihadiri oleh peserta dan delegasi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Maroko, serta perwakilan dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).(Ms)

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id