Kota Tangerang

Asal-usul Wilayah Benda di Kota Tangerang: Dari Pohon Langka hingga Motif Batik Ikonik

Kota Tangerang,Sundapost.co.id – Sejarah penamaan sebuah daerah kerap menyimpan narasi autentik yang berkelindan erat dengan kekayaan alam serta kearifan lokal masa lalu. Dalam buku referensi “Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, terungkap catatan sejarah mendalam mengenai penamaan wilayah Kecamatan Benda dan Kampung Rawa Bokor yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Tangerang.

Berdasarkan catatan Burhanudin, nama Kelurahan maupun Kecamatan Benda berawal dari keberadaan pohon benda (Artocarpus elasticus) yang dahulu tumbuh subur dan mendominasi lanskap kawasan tersebut. Vegetasi ini menyebar luas dari kawasan pemukiman hingga membentang ke wilayah Rawa Kompeni.

“Pohon benda (Artocarpus elasticus) ini masih berkerabat dekat dengan nangka, sukun, dan cempedak. Di Nusantara, masyarakat mengenalnya dengan beragam nama lokal, seperti teureup di Sunda, bendha di Jawa, hingga kapua di Kalimantan,” terangnya.

Ia menjelaskan, pohon benda merupakan tanaman bernilai guna; mulai dari bahan pangan, pakaian, hingga konstruksi yang kini populasinya kian terancam akibat alih fungsi lahan dan deforestasi. Tanaman dengan tinggi bisa mencapai 65 meter ini, sejatinya memiliki beragam fungsi material dan konsumsi. Namun, keberadaannya saat ini makin sulit ditemukan karena tergerus lahan budi daya serta kebakaran hutan.

“Meski pohonnya makin langka, sejarahnya tidak boleh punah. Helai daun benda kini diabadikan menjadi Batik Benda sebagai ikon budaya dan kebanggaan lokal kami,” tulisnya.

Selain kisah pohon benda, buku karya Burhanudin juga mengulas asal-usul Kampung Rawa Bokor. Berada di lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rawa Bokor dikenal sebagai salah satu kawasan paling hidup dan ramai di Kecamatan Benda.

- advertisement -

“Konon katanya, sebuah rawa yang berada di daerah ini pernah muncul sebuah bokor (cawan/mangkok) emas kencana. Dulu di rawa tersebut sering terlihat penampakan bokor emas kencana, yang kemudian melekat menjadi asal-usul penamaan Kampung Rawa Bokor,” sambungnya.

Kombinasi antara warisan alam pohon benda dan mitologi Rawa Bokor, memperkaya literasi sejarah lokal Kota Tangerang, menegaskan kemajuan perkotaan yang pesat tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi dan sejarah.(Mk)

 

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id