Banten

Fokus Tiga Sektor Strategis, BKPM dan Pemprov Banten Pacu Investasi Bernilai Tambah

Banten,Sundapost.co.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan pengembangan tiga sektor investasi bernilai tambah tinggi di Provinsi Banten. Ketiga sektor tersebut meliputi kesehatan (healthcare and wellness), perhotelan (hospitality), serta pendidikan tinggi.

​Sejak 2024, Banten telah memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD, Kabupaten Tangerang. Selain untuk tiga sektor di atas, kawasan ini juga menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

​Merespons potensi tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan bahwa saat ini terdapat sejumlah pusat industri dan ekonomi yang terus berkembang di wilayahnya. Kawasan tersebut antara lain BSD, Lippo, dan Sedayu di wilayah Tangerang Raya, kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

​Guna mendukung keberlanjutan investasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melengkapi infrastruktur penunjang, seperti ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para investor.

​”Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah,” ujar Wagub Dimyati.

​Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri pembukaan forum investasi “Developing Digital Infrastructure High-Value Chains” yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama DPMPTSP Provinsi Banten di Hotel Doubletree, Kota Tangerang Selatan, Senin (12/10/2026).

- advertisement -

​Pada kesempatan tersebut, Wagub Dimyati juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi. Kesepakatan ini terkait pengembangan destinasi dan fasilitas terjun payung (skydiving) berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2026.

​Wagub Dimyati meyakini langkah tersebut akan mendorong KEK Tanjung Lesung menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata. Prospek ini juga didukung oleh penyelesaian akses Jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan rampung tahun depan.

​”Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten,” jelas Wagub Dimyati.

​Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno menambahkan, Banten merupakan daerah strategis untuk pusat investasi karena didukung oleh keunggulan infrastruktur.

​Sejak 2025, realisasi investasi bidang kesehatan di Banten telah mencapai Rp12,7 triliun. Pada semester I 2026, realisasinya menyentuh angka Rp1,9 triliun, meningkat Rp800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.

​Di sektor perhotelan, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinilai sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asing. Melalui pengembangan infrastruktur kepariwisataan, khususnya menuju KEK Tanjung Lesung, Riyatno optimistis Banten akan menjadi destinasi primadona baru bagi wisatawan.

​”Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia,” paparnya.

​Secara makro, ekonomi Banten terus mencatatkan tren positif. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen, berada di atas rata-rata nasional. Capaian ini ditopang oleh aliran investasi yang menempatkan Banten di posisi lima besar secara nasional.

​”Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai,” tutup Riyatno.(Ms)

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id