Nasional

Pemkot Bedah Enam Rumah, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Rumah Layak Huni

Ngampilan,  – Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi berbagai pihak. Pada Minggu (18/10/2026), sebanyak enam rumah warga menjadi sasaran program bedah rumah yang tersebar di Kemantren Ngampilan, Pakualaman, dan Gondomanan.

Enam penerima manfaat dalam kegiatan tersebut adalah Budi Harwanti di Ngampilan, Partini Suharti, Dedy Sudarsono, dan Sarino di Purwokinanti, Pakualaman, serta Subagyo dan Walyono Widodo di Prawirodirjan, Gondomanan.

Pelaksanaan program melibatkan dukungan sejumlah mitra. Perbaikan rumah Budi Harwanti mendapat dukungan CSR dari Tineke Sunarni Gatot yang merupakan tetangganya, sedangkan rumah Partini Suharti didukung Fortuna Suites Malioboro Hotel. Adapun empat rumah lainnya memperoleh dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan, program ini melibatkan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) serta Baznas untuk membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak.

Dalam sambutannya, Hasto menekankan pentingnya gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial menjadi salah satu upaya untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

“Program bedah rumah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat,” ujar Hasto.

- advertisement -

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat dari program perbaikan RTLH. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, upaya tersebut juga diharapkan mendukung kehidupan masyarakat yang lebih aman dan nyaman.

Salah satu penerima manfaat program bedah rumah di Ngampilan adalah Budi Harwanti, warga Ngadiwinatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi warga dalam memperbaiki kondisi tempat tinggalnya agar lebih layak dihuni.

“Saya bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga rumah saya bisa menjadi lebih baik, nyaman, dan aman untuk ditempati,” ungkapnya.

Pelaksanaan bedah rumah kali ini juga melibatkan sektor perhotelan. Manajer Fortuna Suites Malioboro, Bhimo Putranto, menyampaikan partisipasi hotel dalam program tersebut merupakan bagian dari kegiatan CSR untuk memperingati hari jadi pertama Fortuna Suites Malioboro.

Menurutnya, momentum peringatan hari jadi hotel tidak hanya dimanfaatkan untuk merayakan perjalanan usaha, tapi juga untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Dalam rangka anniversary pertama Fortuna Suites Malioboro, kami ingin merayakannya dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program CSR bedah rumah ini, kami berharap dapat ikut membantu warga yang membutuhkan,” ujar Bhimo.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Yogyakarta turut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pendamping. Kali ini ada Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Bappeda.

Melalui program ini, Pemkot Yogyakarta mendorong keberlanjutan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanganan RTLH. Partisipasi dunia usaha dan lembaga sosial diharapkan dapat melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.(Red)

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id