Semangat, Keseruan, dan Antusiasme Purwokerto Half Marathon

BANYUMAS,Sundapost.co.id Β β Ribuan pelari dari sejumlah daerah antusias mengikuti lomba lari Purwokerto Half Marathon 2026, di Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026). Semangat para pelari itu kian meriah dengan adanya timΒ cheeringΒ (tim sorak) yang berada di sepanjang lintasan.
Tim sorak itu mulai dari warga sekitar, pelajar, komunitas, hingga kelompok seni. Mereka memberi dukungan kepada pelari yang melintas dengan tepuk tangan, yel-yel, musik, hingga kostum unik.
Setidaknya 6.000 orang peserta mengikuti gelaran tersebut. Rinciannya, 2.000 pelari kategori half marathon 21K, 1.750 pelari 10K, 2.000 pelari 5K, dan 250 peserta 3K fun run.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang melepas peserta, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor, pemerintah daerah, dan warga Banyumas yang ikut memeriahkan gelaran tersebut.
βTerima kasih kepada BRI, BI, Bupati Banyumas, serta seluruh warga Banyumas yang telah hadir merangkai kegiatanΒ halfΒ marathon,β kata Luthfi, saat flag off.
Gubernur yang juga menjadi peserta kategori 5K itu, memberi pesan penyemangat kepada para peserta sebelum memulai lomba.
Sejumlah peserta mengaku lebih bersemangat dengan adanya tim sorak di sejumlah titik.
Peserta asal Yogyakarta, Sulendro, memuji penyelenggaraan Purwokerto Half Marathon 2026. Dia yang turun pada kategori 5K, berhasil finis dengan catatan waktu 19 menit 33 detik. Menurutnya, suasana lomba sangat meriah.
βPesertanya sangat meriah, ramai, dan fasilitas terutamaΒ water stationΒ bagus. Lalu lintas steril, jadi pelari tinggal lari dan merasa enjoy,β kata Sulendro.
Peserta lain yang mengikuti kategori half marathon, Rahadi menyebut, cheering di Purwokerto Half Marathon menjadi salah satu yang paling berkesan dibanding event lari lain yang pernah dia ikuti di Pulau Jawa.
βSaya ikut untuk kedua kalinya. Cheering-nya bagus banget, bikin semangat. DibandingΒ raceΒ yang lain,Β cheering-nya heboh banget,β kata Rahadi.
Antusiasme juga datang dari warga lokal. Peserta kategori 10K asal Baturraden, Eko, mengaku baru kali pertama mengikuti gelaran ini. Sebagai warga Banyumas, dia senang melihat antusiasme masyarakat yang ikut memeriahkan lomba di sepanjang rute.
βSebagai warga lokal antusias, karenaΒ cheering-nya luar biasa. Semoga ke depan lebih meriah lagi,β kata Eko.
Dia juga memuji pengamanan dan sterilisasi jalur, yang membuat pelari merasa nyaman. Menurutnya, event seperti itu juga penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
βHarapannya UMKM lebih maju lagi dan lebih ramai,β ujarnya.
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, Purwokerto Half Marathon tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism (olahraga pariwisata) di Jawa Tengah.
βKegiatan ini bagian dariΒ sport tourismΒ yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,β bebernya.
Sumarno mengatakan, event lari juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Di sisi lain, kehadiran pelari dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Purwokerto.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah salah satunya ditopang sektor konsumsi. Karena itu, kegiatan yang mampu mendatangkan orang dari luar daerah dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi wilayah.
βMinimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,β ujarnya.
Dia berharap, momentum long weekend (libur panjang) ini membuat pelari dan pendampingnya tidak hanya tinggal sehari di Purwokerto, tapi bisa beberapa hari tinggal. Dengan demikian, dampak terhadap hunian hotel, kuliner, UMKM, dan destinasi wisata bisa lebih besar.
Dari sisi ekonomi, Pemprov Jateng berharap perputaran uang dari Purwokerto Half Marathon 2026, meningkat dibanding dua penyelenggaraan sebelumnya. Pada 2024, perputaran ekonomi disebut mencapai sekitar Rp6,4 miliar, lalu naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025.
βTahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,β ujar Sumarno.(Red)







