Dorong Kemandirian Ekonomi, Wali Kota Budi Rustandi Buka Pelatihan Program 1 Keluarga 1 Pengusaha

KOTA SERANG,
Sundapost.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) resmi menggulirkan Program Inkubasi Bisnis 1 Keluarga 1 Pengusaha.
Langkah strategis ini dirancang sebagai wadah inkubasi bisnis untuk mencetak wirausaha baru yang kompeten, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi secara langsung meresmikan pembukaan agenda pelatihan kewirausahaan tersebut pada Jumat 9 Oktober 2026 di salah satu Hotel di Kota Serang.
Sebanyak 60 peserta terpilih berhak mengikuti pembinaan intensif pada tiga sektor keahlian, yakni pembuatan roti (bakery), pangkas rambut (barber), dan penata rias wajah (Make Up Artist/MUA).
Dalam sambutannya, Wali Kota Serang Budi Rustandi memberikan apresiasi tinggi kepada puluhan warga tangguh yang berhasil lolos seleksi ketat dari total 600 pendaftar awal.
“Semoga ini bisa lolos terus dalam rangka program inkubasi ini, agar mereka benar-benar bisa merasakan program Pemerintah Kota Serang,” ujar Budi Rustandi.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran, para lulusan pelatihan ini nantinya akan langsung dibekali dengan seperangkat alat kerja (toolkit) secara gratis.
Tidak hanya itu, Budi juga memastikan akan menyuntikkan tambahan modal usaha senilai Rp1 juta bagi setiap peserta yang sukses menyelesaikan masa pembinaan.
Ia menegaskan bahwa bantuan uang tunai tersebut murni bersumber dari kantong pribadinya dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Enggak dari APBD, dari saya, urusan saya itu,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DinkopUKMPerindag Kota Serang Yayan Kosasih memaparkan bahwa kuota 60 peserta tersebut dibagi secara merata, yakni 20 orang untuk masing-masing bidang pelatihan.
Menurut Yayan, seluruh peserta sejatinya telah memiliki kemampuan dasar sehingga pemerintah hanya perlu memfasilitasi pematangan teknis dan operasional selama dua bulan ke depan.
Yayan juga memastikan bahwa intervensi pemerintah daerah tidak akan berhenti sebatas pada penyelenggaraan acara seremonial semata.
“Setelah mereka nanti kita berikan toolkit dan mereka berusaha, nanti kami akan memonitoring selama dua bulan sekaligus membantu promosinya,” jelas Yayan.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Serang memproyeksikan penambahan kuota peserta menjadi 100 orang pada tahun depan.
Pihak dinas terkait juga tengah mengkaji potensi penambahan sektor pelatihan baru guna menyesuaikan dengan tren kebutuhan pasar di Kota Serang.(Ms)







