Kembali Bangkit, Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Pribadi untuk Warga Tertimpa Musibah

SERANG — Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah kembali ditunjukkan Wali Kota Serang. Melalui bantuan pribadi, Wali Kota Serang Budi berupaya membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Bantuan diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki dan membangun kembali rumah warga yang terdampak musibah.
“Insyaallah bantuan ini bisa segera digunakan untuk membangun kembali rumah mereka,” kata Budi. Senin, (3/8/26).
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya diharapkan mampu meringankan beban korban, tetapi juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Serang.
Budi menjelaskan, bantuan pembangunan rumah tersebut bersumber dari Biaya Penunjang Operasional (BPO) Wali Kota yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Selama ini mungkin ada yang mempertanyakan penggunaan BPO Wali Kota. Nah, bantuan seperti inilah salah satu bentuk pemanfaatannya agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Harapan Baru bagi Nani
Salah seorang penerima bantuan, Nani Kusnayati (58), tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bersyukur karena mendapatkan harapan untuk kembali membangun rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya.
Nani menerima bantuan sebesar Rp30 juta untuk pembangunan kembali rumahnya.
“Alhamdulillah saya diberi bantuan Rp30 juta untuk bedah rumah. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Wali Kota. Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” ungkap Nani.
Ia menceritakan, rumahnya roboh beberapa bulan lalu setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang. Beruntung, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena Nani sedang berada di rumah kerabatnya di kawasan Kramatwatu.
“Saat itu saya sedang tidak di rumah. Bangunan ambruk dan sebagian barang-barang ikut tertimbun. Ada yang masih sempat diselamatkan, tetapi sebagian lainnya rusak,” tuturnya.
Rumah tersebut, lanjut Nani, dibeli dari hasil jerih payahnya selama bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Brunei Darussalam dan Malaysia. Karena itu, robohnya rumah tersebut menjadi pukulan berat bagi dirinya dan sang suami.
Kini, dengan adanya bantuan yang diterima, Nani berharap rumah yang dibangun dari hasil kerja kerasnya di negeri orang itu dapat kembali berdiri dan menjadi tempat tinggal yang aman serta layak.
Kepedulian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga melalui perhatian langsung kepada warga yang membutuhkan.
Bagi Nani, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan baru untuk kembali bangkit setelah musibah dan melanjutkan kehidupan bersama keluarga di rumah yang layak, pungkasnya. (Adv)







