Anyer Makin Ramai, Ini Empat Jalur Alternatif yang Bisa Ditempuh

SERANG – Kawasan wisata Anyer–Cinangka, Kabupaten Serang, kian dipadati wisatawan menjelang libur panjang. Lonjakan pengunjung sejak akhir pekan membuat arus lalu lintas di jalur utama menuju Anyer harus diberlakukan sistem buka tutup di sejumlah titik untuk mengurai kepadatan.
Berdasarkan data sementara dari petugas gabungan hingga Senin, 23 Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Anyer–Cinangka tercatat mencapai sekitar 68.500 orang. Angka tersebut diprediksi terus meningkat seiring puncak arus libur yang masih berlangsung.
Kepadatan terjadi terutama di jalur utama Cilegon–Anyer, tepatnya di Simpang Tiga Teneng, Kecamatan Cinangka, serta di kawasan Pasar Anyer dan Karang Bolong. Di titik-titik tersebut, petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta TNI memberlakukan sistem buka tutup secara situasional, terutama pada siang hingga sore hari saat volume kendaraan memuncak.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwisatya, mengatakan bahwa lonjakan wisatawan merupakan hal positif bagi sektor pariwisata.
“Memang terjadi peningkatan signifikan jumlah wisatawan ke Anyer dan Cinangka. Sistem buka tutup ini semata-mata untuk kenyamanan dan keselamatan bersama. Kami pastikan wisatawan tidak perlu risau, tetap bisa berwisata dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Anas juga mengimbau wisatawan untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama.
Adapun terdapat empat jalur alternatif menuju kawasan wisata Anyer–Cinangka yang dapat ditempuh masyarakat.
Pertama, jalur Taktakan – Cilowong – Gunung Sari – Mancak – Anyer. Rute ini dimulai dari Kota Serang melalui Taktakan, kemudian melewati Cilowong, Gunung Sari, hingga Mancak sebelum tiba di Anyer. Panjang jalur ini sekitar 35 kilometer dan relatif lancar karena tidak melalui kawasan industri Cilegon.
Kedua, jalur Palima – Cinangka. Jalur ini merupakan akses langsung dari kawasan Palima menuju Cinangka dengan panjang sekitar 27 kilometer. Jalur ini menjadi salah satu favorit karena relatif cepat dan menghindari kepadatan di jalur utama Cilegon–Anyer.
Ketiga, jalur Cilegon Timur – Cikerai – Mancak – Cinangka. Dengan panjang sekitar 28 kilometer, jalur ini menjadi pilihan alternatif dari arah tol Cilegon Timur yang langsung mengarah ke kawasan wisata melalui jalur perbukitan Mancak.
Keempat, jalur Pandeglang – Labuan – Carita – Cinangka (jalur pesisir). Rute ini memiliki panjang sekitar 60 kilometer dan cocok bagi wisatawan dari arah selatan Banten yang ingin menikmati jalur pantai sebelum tiba di Anyer.
Salah seorang wisatawan, Suhendi (35), warga Tangerang, mengaku memilih jalur alternatif melalui Taktakan untuk menghindari kemacetan di jalur utama.
“Tadi saya masuk lewat Taktakan, lanjut ke arah Mancak. Alhamdulillah lebih lancar, tidak terlalu padat seperti di Cilegon. Memang agak muter, tapi lebih nyaman,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Serang bersama aparat terkait terus bersiaga mengatur arus lalu lintas serta memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama masa libur berlangsung. Wisatawan juga diimbau untuk mematuhi arahan petugas serta menjaga keselamatan selama perjalanan. (Mk)







