Paskibraka Banten Ditempa Jadi Calon Pemimpin, Wagub Dimyati Tekankan Disiplin dan Prestasi Akademik

PANDEGLANG – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar kebanggaan karena dipercaya mengibarkan Sang Merah Putih. Di balik tugas tersebut, terdapat proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga kesiapan generasi muda menjadi pemimpin masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kompi Paskibraka Provinsi Banten dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026 di Aula Bougenville BPSDM Provinsi Banten, Pandeglang, Selasa (4/8/2026).
Dimyati meminta para calon Paskibraka tidak hanya mengejar prestasi dalam tugas kenegaraan, tetapi juga tetap memperhatikan pendidikan formal dan prestasi akademik.
“Saudara sudah sukses menjadi Paskibraka. Bahkan ada yang menjadi Paskibraka tingkat nasional. Tapi, ingat, saudara juga harus sukses dalam prestasi akademik,” ujar Dimyati.
Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, selama mengikuti Diklat, para peserta akan ditempa agar memiliki disiplin, dedikasi, semangat persatuan, kebersamaan, dan kekompakan.
Dimyati menegaskan, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi para peserta untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat sekaligus mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya mendapat kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan,” katanya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap dan nama baik selama menjalani pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, keberhasilan menjadi Paskibraka harus diikuti dengan perilaku yang baik serta integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Oleh sebab itu, jaga nama baik. Jaga perilaku. Jaga almamater saudara. Insya Allah saudara ke depan akan sukses,” pesan Dimyati.
Kesbangpol Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Diklat Paskibraka tersebut diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten sebagai bagian dari pembinaan generasi muda melalui penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Kegiatan berlangsung pada 4 hingga 16 Agustus 2026 dan diikuti 50 peserta, terdiri atas 26 putra dan 24 putri. Mereka merupakan calon pengibar bendera pada upacara penaikan dan penurunan bendera dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Provinsi Banten.
Program pembinaan ini menjadi momentum penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga memiliki karakter kuat, rasa tanggung jawab, serta semangat kebangsaan.
Dimyati kembali mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan kesibukan sebagai Paskibraka sebagai alasan untuk mengabaikan pendidikan.
“Jangan sampai sukses di bidang Paskibraka, tetapi tertinggal di bidang akademik. Keduanya harus berjalan beriringan agar menjadi generasi yang unggul dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.
Pembukaan Diklat ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Banten, perwakilan Polda Banten, Polda Metro Jaya, perwakilan Korem 064/Maulana Yusuf Banten, serta para pelatih Paskibraka Tahun 2026.
Melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Paskibraka Provinsi Banten diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pengalaman seremonial. Lebih jauh, proses tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, berprestasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk membawa Banten semakin maju. (Adv)







