Belanja Negara dan Pendapatan Daerah Banten Kompak Menguat di Awal 2026

Serang, Sundapost.co.id 25 Mei 2026 — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Provinsi Banten hingga 30 April 2026 menunjukkan capaian yang sangat baik. Hal tersebut disampaikan jajaran pimpinan Kementerian Keuangan Satu Regional Banten dalam konferensi pers yang digelar di Serang.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Lisbon Sirait, menyampaikan bahwa kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami pertumbuhan sebesar 18,44 persen dengan realisasi mencapai 39,94 persen, melampaui capaian nasional sebesar 37,30 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pendapatan dari pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhan, pendidikan, dan kesehatan.
Dari sisi belanja negara, hingga April 2026 realisasi belanja mencapai 35,24 persen atau tumbuh 2,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut juga lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 28,20 persen. Belanja terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp5,83 triliun, disusul belanja kementerian/lembaga sebesar Rp2,64 triliun.
Lisbon menjelaskan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal mengalami pertumbuhan positif. Belanja barang tercatat sebesar 24,46 persen dan mengalami percepatan terutama pada sektor pertahanan dan keamanan. Sementara belanja modal dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan nasional dan sarana pendidikan yang didominasi proyek Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain itu, penyaluran TKD hingga April 2026 mencapai Rp5,83 triliun atau sebesar 39,13 persen. Meski mengalami perlambatan 6,43 persen, DAK Non Fisik tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Namun Dana Desa, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil mengalami perlambatan akibat belum disalurkannya sebagian alokasi anggaran.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Banten, Muhamad Riza Fahlevi, menyampaikan bahwa penerimaan pajak Provinsi Banten hingga 30 April 2026 mencapai Rp25,02 triliun atau 26,6 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp94,07 triliun. Penerimaan pajak tumbuh sebesar 13,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Riza menjelaskan, penerimaan pajak ditopang oleh PPN Dalam Negeri dan PPN Impor. Secara sektoral, pertumbuhan signifikan terjadi pada sektor perdagangan besar, real estate, administrasi pemerintahan, hingga aktivitas profesional. Bahkan aktivitas profesional mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 155,51 persen.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Banten, Muhammad Hakim Satria, menyebut penerimaan kepabeanan dan cukai hingga April 2026 mencapai Rp4,55 triliun atau 26,32 persen dari target tahunan APBN 2026 sebesar Rp17,29 triliun. Penerimaan tersebut berasal dari bea masuk, cukai, dan bea keluar.
Hakim menjelaskan, penerimaan cukai mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, terutama dari cukai minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau. Di sisi lain, neraca perdagangan Banten pada April 2026 mencatat ekspor sebesar USD1,21 miliar dan impor sebesar USD4,37 miliar.
Di sektor pengelolaan aset negara, Kepala Kanwil DJKN Banten, Kusuma Santi Wahyuningsih, menyampaikan bahwa total PNBP dari pengelolaan aset, piutang negara, dan lelang mencapai Rp27,26 miliar atau 29,17 persen dari target tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari lelang sebesar Rp16,69 miliar.
Menurut Santi, nilai Barang Milik Negara (BMN) di Provinsi Banten mencapai Rp122,78 triliun atau 1,73 persen dari total nasional. Nilai terbesar berasal dari aset tanah sebesar Rp61,44 triliun, diikuti peralatan dan mesin, jalan, irigasi, serta jaringan.
Secara keseluruhan, kinerja APBN Provinsi Banten hingga April 2026 dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mendukung pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Banten.(Mk)







