Edukasi

Meracik Ilmu dan Rasa di Sukadiri

Kami tiba di Kampung Wisata Sukadiri dengan membawa semangat belajar sekaligus berbagi. Pada Kamis, 29 Januari 2026, kami, mahasiswa Program Magister Terapan Manajemen Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta, terlibat langsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang menjadi ruang perjumpaan antara ilmu, pengalaman, dan kearifan lokal.

Sukadiri menyambut kami dengan potensi yang hidup. Telur asin yang telah lama dikenal masyarakat setempat menjadi titik berangkat kegiatan, dipadukan dengan ikan bandeng yang melimpah. Dari dapur sederhana warga, lahirlah inovasi olahan bandeng telur asin yang kami kembangkan bersama sebagai calon produk unggulan kampung wisata.

Dalam proses pendampingan, kami berbagi pengetahuan tentang pengolahan pangan yang praktis dan bernilai jual. Masyarakat diajak mengenal tahapan pembuatan bandeng telur asin, mulai dari pengolahan bandeng presto, peracikan saus telur asin, hingga penyajian yang menarik. Proses memasak berlangsung hangat dan partisipatif, dipenuhi diskusi ringan tentang rasa, tampilan, dan peluang pasar.

Perhatian kami tidak berhenti pada cita rasa. Pengemasan menjadi bagian penting yang kami bahas bersama pelaku UMKM. Produk bandeng telur asin diperkenalkan dengan beberapa pilihan kemasan, baik disajikan langsung dengan saus maupun dipisah, serta menggunakan teknik vakum untuk memperpanjang daya simpan tanpa bahan pengawet. Dari sini, kami melihat bagaimana inovasi sederhana dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Kami juga mendorong masyarakat untuk mulai memandang komunikasi pemasaran sebagai bagian dari pengembangan usaha. Diskusi tentang promosi digital, foto produk, dan cerita di balik olahan lokal menjadi langkah awal agar produk Sukadiri mampu menjangkau pasar yang lebih besar dan berkelanjutan.

Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang utuh. Kami menyaksikan langsung semangat masyarakat dalam mengolah potensi desa, sekaligus merasakan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus menemukan maknanya ketika bersentuhan dengan kehidupan nyata.

- advertisement -

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami menegaskan komitmen sebagai insan akademik yang hadir dan bertumbuh bersama masyarakat. Kampung Wisata Sukadiri meninggalkan jejak penting dalam perjalanan kami, sebagai ruang belajar tentang kolaborasi, kreativitas, dan harapan yang dirawat dari dapur hingga meja wisatawan.

Sumber: Mahasiswa S2 Politeknik Sahid Jakarta

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id