Kinerja APBN Banten 2025 Tercatat Positif, PNBP dan Penerimaan Kepabeanan Lampaui Target

Serang,Sundapost.co.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Banten hingga 31 Desember 2025 tercatat berkinerja baik. Hal tersebut disampaikan jajaran pimpinan Kementerian Keuangan Satu Regional Banten dalam rilis resmi yang disampaikan di Serang, Selasa (20/1/2026)
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Lisbon Sirait, mengungkapkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 9,80 persen dan realisasi mencapai 149,15 persen dari target, melampaui capaian nasional yang berada di angka 104 persen.
“Capaian PNBP ini ditopang antara lain dari pendapatan pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhanan, paspor, pelayanan pendidikan, serta layanan rumah sakit,” ujar Lisbon
Dari sisi belanja negara, realisasi hingga akhir 2025 mencapai 96,28 persen dari target, lebih tinggi dibanding realisasi nasional sebesar 95,30 persen. Belanja terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp18,72 triliun atau 97,61 persen dari target, sementara belanja kementerian/lembaga terealisasi Rp9,19 triliun atau 93,67 persen.
Lisbon menambahkan, belanja pegawai dan belanja bantuan sosial mencatat pertumbuhan positif. Sementara belanja barang dan belanja modal mengalami kontraksi, dipengaruhi berakhirnya tahapan Pemilu 2024 serta kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten, Aim Nursalim Saleh, menyampaikan penerimaan pajak hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp70,22 triliun atau 86,18 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp81,48 triliun
Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari PPN Dalam Negeri, PPN Impor, serta PPh Badan. Aim juga mencatat realisasi penerimaan pajak tertinggi dicapai KPP Pratama Pandeglang dengan capaian 111,30 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi diraih KPP Pratama Tigaraksa sebesar 24,31 persen.
Di sektor kepabeanan dan cukai, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Banten, Agustyan Umardani, menyebutkan realisasi penerimaan mencapai Rp14,62 triliun atau 105,48 persen dari target APBN 2025. Penerimaan tersebut didorong oleh peningkatan impor sejumlah komoditas serta kinerja penerimaan cukai.
Adapun dari sisi pengelolaan aset negara, Kepala Kanwil DJKN Banten, Djanurindro Wibowo, melaporkan PNBP dari pengelolaan aset, lelang, dan piutang negara hingga akhir 2025 mencapai Rp144,69 miliar atau 167,55 persen dari target, tumbuh 49,22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan optimalisasi pengelolaan aset negara di wilayah Banten, sekaligus memperkuat fondasi layanan publik dan dukungan terhadap pembangunan daerah. (Mk)







