Advetorial

Pemprov Banten Luncurkan Telemedicine FKTP VaskinLink Terintegrasi BPJS

Serang – Kesibukan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari kerap membuat perhatian terhadap kesehatan menjadi terabaikan. Padahal, keluhan ringan yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis digital melalui Telemedicine FKTP VaskinLink yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

Layanan ini resmi diluncurkan oleh Gubernur Banten Andrasoni bersama Wakil Gubernur Dimiati Nataku Sumah sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata bagi masyarakat Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menyampaikan bahwa Telemedicine FKTP VaskinLink dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. “Melalui telemedicine FKTP, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter puskesmas hanya melalui smartphone. Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun jarak,” ujarnya.

Telemedicine FKTP memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan konsultasi kesehatan melalui fitur chat maupun video call dengan dokter puskesmas. Sebelum konsultasi dimulai, pasien cukup mengisi keluhan singkat agar dokter dapat memahami kondisi awal secara lebih cepat dan tepat. Apabila diperlukan, konsultasi dapat dilanjutkan melalui video call untuk komunikasi yang lebih detail.

Pada tahap awal tahun 2025, layanan Telemedicine FKTP VaskinLink telah diterapkan di 16 puskesmas yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Provinsi Banten, yaitu Puskesmas Perdana, Puskesmas Cimanggu, Puskesmas Saketi, Puskesmas Cikausik, Puskesmas Patia, Puskesmas Citorek, Puskesmas Cirinten, Puskesmas Panggarangan, Puskesmas Gunung Kencana, Puskesmas Binuangneun, Puskesmas Kunciran Baru, Puskesmas Banjaragung, Puskesmas Ciruas, Puskesmas Topo, Puskesmas Padarincang, dan Puskesmas Paku Alam. Selanjutnya, pada tahap kedua tahun 2026, layanan ini direncanakan akan diperluas ke 24 puskesmas di delapan kabupaten dan kota.

- advertisement -

dr. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan mengunduh aplikasi Telemedicine FKTP melalui tautan resmi yang telah disediakan. Pengguna kemudian login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bagi peserta yang sudah terdaftar di FKTP, proses pembuatan akun dapat langsung dilanjutkan dengan verifikasi kode OTP yang dikirimkan melalui email terdaftar.

“Dengan sistem yang terintegrasi, data FKTP peserta akan otomatis muncul sesuai data pasien. Seluruh proses konsultasi dicatat langsung oleh dokter dalam sistem, sehingga data pasien tetap rapi, akurat, dan aman,” tambahnya.

Di sisi tenaga medis, setiap permintaan konsultasi akan muncul sebagai notifikasi pada dashboard dokter. Dokter dapat langsung melihat permintaan yang masuk dan memulai telekonsultasi hanya dengan satu klik. Hal ini membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat dan responsif tanpa harus menunggu lama.

Melalui Telemedicine FKTP VaskinLink, Dinas Kesehatan Provinsi Banten berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dasar serta lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan di Banten untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Adv)

Rekomendasi untuk Dibaca

Sundapost.co.id