Pemkot Bandung dan GOTO Teken Kerja Sama, Tingkatkan Kualitas Layanan Publik hingga Pemberdayaan UMKM

Bandung, Sundapost.co.id – Kerja sama ini juga mencakup pemberdayaan UMKM binaan Pemkot Bandung, mulai dari integrasi ke ekosistem digital GOTO, peningkatan kapasitas, hingga promosi produk agar semakin berdaya saing.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan, transformasi digital Kota Bandung didukung oleh empat pilar utama sumber daya manusia, media (platform digital), sektor jasa, dan pemerintahan.
βBandung punya SDM yang kuat. Indeks Pembangunan Manusia kita termasuk yang tertinggi di Indonesia karena banyak perguruan tinggi terbaik ada di kota ini,β ujar Farhan.
Menurut Farhan, masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan publik karena hadirnya media dan platform digital, termasuk LPSE dan aplikasi besar seperti GOTO.
βKita ini bisa masuk ke dunia digital karena ada medianya. LPSE dan berbagai platform lain mempercepat transformasi digital, termasuk aplikasi GOTO yang memberi akses luas bagi warga Bandung,β ungkapnya.
Farhan menilai keberadaan GOTO sangat strategis karena sektor jasa adalah penyumbang utama ekonomi Kota Bandung.
βSekitar 60 persen sektor perdagangan kita adalah retail, dan 60 persen sektor pariwisata adalah kuliner. Platform seperti GOTO membuka peluang besar bagi pelaku usaha Bandung untuk naik kelas secara digital,β katanya.
Ia juga menilai, belanja online dan offline tidak seharusnya saling mematikan.
βBelanja online bukan untuk membunuh belanja offline. Keduanya bisa berjalan beriringan. Justru ini kesempatan untuk mendorong transformasi digital, termasuk bagi PKL dan usaha informal,β ujarnya.
βPemkot dan GOTO sama-sama berkewajiban memastikan data masyarakat aman. Kolaborasi ini bukan berbagi data mentah, tapi mengelola data agregat untuk meningkatkan layanan publik,β imbuh Farhan.
Sementara itu, Vice President Public Policy & Goverment Relations,Β M. Chairil mengatakan, kerja sama ini akan diikuti implementasi program-program yang lebih konkret.
βKami ingin ekosistem digital GOTO memberi manfaat langsung bagi warga Bandung: dari kemudahan layanan publik, pembukaan lapangan kerja, sampai peningkatan kapasitas UMKM,β ujar Hairil.
Ia menjelaskan, MoU ini menjadi langkah awal untuk memperluas dan menajamkan program bersama.
βKami ingin masyarakat Bandung menjadi yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi. Mulai dari sektor mobilitas, UMKM, hingga pengembangan talenta digital,β jelasnya.
βKami siap menyesuaikan program dengan kebutuhan dinas dan OPD di Pemkot Bandung. Intinya, kami ingin hadir langsung di lapangan untuk mempercepat digitalisasi,β kata Hairil.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Pada saat yang sama, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi UMKM, pelajar, dan pelaku usaha informal untuk tumbuh bersama ekosistem digital.(Red)







